PERTEMUAN I

 

  1. 1.      Pengertian Karya Ilmiah

Apa itu karya ilmiah?. Karya ilmiah itu terdiri dari dua kata yaitu karya dan ilmiah. Karya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat dikelompok pengertian yang mengandung tekait anatara satu pengertian dengan pengertian lainnya. Pertama berarti pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama hasil karangan). Kedua hasil ciptaan yang bukan saduran, salinan, atau terjemahan. Ketiga hasil ciptaan yang bukan tiruan.[1] Dapat diartikan bahwa karya merupakan hasil ciptaan yang bukan tiruan atau foto copy, dimana hasil ciptaan tersebut dapat berbentuk tulisan, lisan, dan benda. Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu dan secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.[2] Ilmiah diartikan sebagai hal yang berlandaskan kepada ilmu pengetahuan. Dalam membuat sesuatu yang bersifat ilmiah seseorang harus memiliki landasan yang kuat atau dikenal dengan istilah teori.

Banyak teoti-teori yang memberikan gambaran apa itu karya ilmiah, antara lain:

  1. Drs. Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi menyebutkan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.[3]
  2. Menurut Brotowidjoyo menjelasakan bahwa karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut Metodologi penulisan yang baik dan benar.[4]

Berdasarkan dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah rangkain kegiatan yang dituangkan melalui tulisan berdasarkan kepada tata cara penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam penulisan karya ilmiah, seorang penulis harus memperhatikan tata bahasa yang digunakan, sistematika penulisan, metodologi penulisan, dan teori yang digunakan. Semua ini bertujuan untuk mevalidkan data yang diperoleh.

  1. 2.      Syarat-Syarat Karya Ilmiah

Berbicara tentang syarat-syarat tidak akan terlepas dari valid atau tidak validnya karya ilmiah yang dibuat. Menurut Yunita T. Winarto, dkk, dalam bukunya Karya Ilmiah Sosial, bahwa karya ilmiah memiliki syarat- syarat sebagai berikut:

  1. Menyajikan fakta secara objektif
  2. Mengemukakan segala uraian secara kejujuran
  3. Disusun secara sistematis
  4. Cenderung bersifat induktif.
  5. Bertolak dari hipotesis tertentu.
  6. Menghindari tindakan yang manifilatif .
  7. Bersifat ekspositiris maupun argumentative[5]

Pertama menyajikan fakta secara objektif. Penulis sebuah karaya ilmiah harus menanpilkan data-data yang diperoleh secara objektif yang artinya data tersebut tidak penulis berikan tamabahan pendapat. Sehingga keaslian dari data yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan.

Kedua mengemukakan segala uraian secara kejujuran. Para penulis karya ilmiah tidak melihat kebenaran dari apa yang dibuat dengan alasan yang beraneka ragam. Misalnya saja dalam mengutip sebuah kutipan, penulis tidak melihat data yang sebenarnya, akan tetapi hanya mengutip dari kutipan orang lain.

Ketiga disusun secara sistematis. Dalam menyusun sebuah karya ilmiah dibutuhkan sistematika penulisan yang sesuai dengan kaedah yang berlaku pada tempat peneliti berada. Sebagai contoh, STAIN Batusangkar yang memiliki 2 jurusan yang terbagi 13 Prodi (Program Studi). Tarbiyah yang merupakan salah satu Prodi STAIN Batusangkar memiliki 2 buah jenis pembuatan proposal skripsi yaitu sebagian besar Prodi memakai sistim V (lima) BAB, sedangkan Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) yang memakai VI (empat) BAB.

Keempat cenderung bersifat induktif. Karya ilmiah yang bersifat induktif dapat dibuktikan dengan kajian teori. Kajian teori merupakan kumpulan teori-teori yang sedang berkembang pada saat sekarang ini.

Kelima bertolak dari hipotesis tertentu

Keenam Menghindari tindakan yang manifilatif


[1] Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Online, Tersedia: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, Jum’at/23 April 2011.

[2] Ibid

[3] Totok Djuroto dan Bambang Supriyadi,  Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda Karya, 2005), h.15.

[4] E. Zaenal Arifin, Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah, ( Jakarta: Grasindo, 2006), h. 1–2

[5] Yunita T. Winarto, dkk, Karya tulis Ilmiah Sosial, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004 ), h. 156.